Tempo Media Week Hadirkan Lagi Diskusi Buku Celetuk Bahasa

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diskusi buku Celetuk Bahasa 3 di acara Tempo Media Week 2019.

    Diskusi buku Celetuk Bahasa 3 di acara Tempo Media Week 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempo Media Week untuk ketiga kalinya menggelar diskusi dan menuju peluncuran buku Celetuk Bahasa pada Sabtu, 7 Desember 2019 di Perpustakaan Nasional RI Jakarta pukul 15.30-17.00. Diskusi yang menghadirkan Uksu Suhardi sebagai penulis buku seri Celetuk Bahasa 3 ini juga akan mengajak Direktur Tempo Institute, Qaris Tajudin untuk mengupas soal kejelian Uksu dalam menangkap fenomena berbahasa Indonesia.

    “Acaranya antara lain bincang-bincang bebas dan bagi-bagi buku Celetuk Bahasa 1-3 bersama saya dan Qaris,” kata Uksu di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019. 

    Koordinator Redaktur Bahasa Tempo ini menuturkan, ia sebenarnya tak menyangka Celetuk Bahasa akan terbit seri ketiga. Menurut dia, ketika meluncurkan seri pertama Celetuk Bahasa, ia memang sudah siap menerbitkan seri keduanya. "Sebagian materinya sudah tersimpan di dalam berkas digital, sementara sebagian lagi berada di dalam memori otak saya dan tinggal dituangkan menjadi tulisan," ujarnya.

    Tapi ia hanya berpikir Celetuk Bahasa hanya sampai seri kedua. Ia mengakui, berkas digital yang dia miliki kosong, sementara materi di kepalanya sudah jauh berkurang. 

    Namun, seiring dengan waktu, berbagai persoalan bahasa muncul lagi dalam ingatan Uksu. Ia terpantik oleh tulisan-tulisan yang dia temukan di media massa. "Hampir semuanya saya tuliskan di Facebook dan Twitter, sebelum saya kumpulkan dalam berkas baru," kata dia. 

    Hingga akhirnya, terbitlah Celetuk Bahasa 3: Berkata-kata Itu Juga Bermain. Uksu menjelaskan mengapa ada kata “Bermain” dalam buku ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bermain adalah melakukan sesuatu untuk bersenang-senang. "Apa yang saya lakukan dengan buku ini adalah mengajak pembaca bersenang-senang dengan bahasa," ucapnya.

    Dari pengalaman dua kali diskusi buku Celetuk Bahasa, selalu dipenuhi peserta yang tertarik dengan hasil pikiran Uksu dalam menangkap fenomena bahasa. Peserta selalu membeludak dan memborong buku mungil yang amat bermanfaat itu. 

    Masyarakat yang berminat datang, bisa mendaftarkan diri secara gratis di tempo-institute.org/tmw2019.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?