Selasa, 16 Oktober 2018

Dalam Ekonomi Kreatif, Manusia Ungguli Artificial Intelligent

Reporter:
Editor:

Fadhli Sofyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wimala Djafar berbicara soal strategic planning di Kombet Kreatif Malang, 24 September 2018. TelusuRI/Fadwa

    Wimala Djafar berbicara soal strategic planning di Kombet Kreatif Malang, 24 September 2018. TelusuRI/Fadwa

    TEMPO.CO, Malang - Pegiat ekonomi kreatif kini tidak lagi bersaing hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan Artificial Intelligent atau robot. "Kalau kita ingin bertahan di era digital. Kita harus lebih orisinal dan lebih manusiawi." ujar Wimala Djafar, Direktur Assosiate Planning Lotus H, pada program Kombet Kreatif di Rumah MCF, Malang, Senin 24 September.

    Wimala mencontohkan robot yang dibekali Artificial Intelligent dan deep learning mampu meniru dan mempelajari karya buatan manusia. Kini robot dapat membuat konsep iklan, meniru lukisan, hingga menuliskan novel. Tetapi robot tidak memiliki emosi sosial, itulah keunggulan manusia.

    "Manusia bisa melihat fakta dan data, lalu mengolah pandangannya menjadi sebuah ide besar. Misal, ketika melihat masalah ingin makan enak tapi tetap di rumah. Maka muncul lah ide Go-Food." ungkap Wimala, yang juga pakar strategic planning.

    Dengan emosi sosial strategi kampanye produk dapat memiliki insight yang tepat. Tidak musti iklan dengan budget mahal di reklame atau paid endorsement. "Sebuah produk yang memiliki ide orisinal dan dekat dengan target pasarnya akan mudah untuk dikenal." ucap Wimala ketika menjawab pertanyaan dari peserta.

    Melalui kegiatan Kombet Kreatif, pegiat ekonomi kreatif di Malang diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produknya dengan skill storytelling dan berjejaring. Produk yang orisinal dan memiliki cerita yang dekat dengan konsumen akan mudah digemari dan meningkatkan nilainya.

    Baca: Pelaku Ekonomi Kreatif di Malang Belajar Kenali Konsumen

    Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada Senin, 24 September 2018 memulai program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf - Tempo Institute” atau Kombet Kreatif selama tiga hari ke depan di Malang, Jawa Timur. Setidaknya ada 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif yang terpilih hadir menjadi peserta di Rumah MCF, Jl. Bantaran 1 No. 45, Malang.

    Malang menjadi kota keenam yang didatangi program Kombet Kreatif. Yang pertama adalah Kota Padang pada 27-29 September, selanjutnya diikuti oleh Surabaya, Karangasem, Kendari dan Maumere. Setelah Malang, pendampingan Kombet Kreatif akan berlanjut di Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

    Baca juga: Agar Terlihat Lebih Menarik, UKM di Yogyakarta Perlu Lakukan Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.