Pelaku Ekonomi Kreatif di Malang Belajar Kenali Konsumen

Reporter:
Editor:

Fadhli Sofyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ardiansyah dari Malang Creative Fussion bicara di Kombet Kreatif Malang, Senin, 24 September 2018.

    Ardiansyah dari Malang Creative Fussion bicara di Kombet Kreatif Malang, Senin, 24 September 2018.

    TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 40 pelaku ekonomi dan ekonomi kreatif di Malang mengikuti program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf - Tempo Institute” atau Kombet Kreatif Senin, 24 September 2018. Program berlangsung tiga hari, di sana mereka akan didampingi ahli pemasaran, pakar branding dan kreator inspiratif di Rumah MCF, Jl. Bantaran 1 No. 45, Malang.

    Para pakar yang hadir meliputi Ukke Kosasih (Founder Circa Handicraft), Wimala Djafar (Direktur Associate Planing Lotus H). Mereka akan berbagi semangat dan inspirasi.

    Selama program berlangsung pelaku industri kreatif akan diperkenalkan skill storytelling. Proses kreatif menceritakan nilai tambah setiap produk kreatif. "Kisah yang kuat bisa membangun ikatan antara produk dan konsumen. Temukan human insight," kata Direktur Associate Planing Lotus H, Wimala Djafar.

    Redaktur Pelaksana Tempo English, Purwani Diyah Prabandari mendampingi membuat narasi yang memikat. Sebagai sarana yang ampuh meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif. Narasi yang bagus sangat dibutuhkan. Sehingga menjadi produk berbeda dengan produk lain yang serupa. Sehingga memiliki ikatan emosional antara produk dengan konsumen.

    ADVERTISEMENT

    Baca: Dalam Ekonomi Kreatif, Manusia Unggul dari Artificial Intelligent

    Kombet kreatif bertujuan mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap daerah memiliki kekayaan potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas.

    Malang sangat kuat memiliki potensi di bidang kuliner dan kerajinan, pariwisata. Keindahan alam, pegunungan, pantai dan beragam kampung tematik yang menganggumkan. Komunitas kreatif berbagai bidang perlu berjejaring, berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif.

    Malang menjadi kota keenam dari program Kombet Kreatif dari 12 kota di seluruh nusantara. Kombet kreatif telah dilangsungkan di Padang Surabaya, Karangasem, Kendari dan Maumere. Setelah Malang, berlanjut ke Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

    "Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional," kata Kepala Sub Direktorat Hubungan antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, DN. Rita Dwi Kartika Utami.

    Program ini memantik kolaborasi komunitas kreatif lokal supaya berjejaring lebih kuat. "Selanjutnya, kami berharap komunitas kreatif di Malang benar-benar tumbuh solid dan berjejaring kuat," kata Koordinator Program Kombet Kreatif, Tatty Apriliyana.

    Baca juga: Agar Terlihat Lebih Menarik, UKM di Yogyakarta Perlu Lakukan Ini

    Sepanjang 2017, Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai Rp 852 triliun. Angka diyakini terus meningkat. Sebuah perkembangan yang harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan menarasikan dan memasarkan produk bagi pelaku ekonomi kreatif.

    EKO WIDIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.