Jumat, 16 November 2018

Si Juki Bertemu Komunitas Ekonomi Kreatif Surabaya

Reporter:
Editor:

Fadhli Sofyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faza Meonk, orang di balik tokoh komik Si Juki berbicara di acara pendampingan komunitas Badan Ekonomi Kreatif dan Tempo Institute atau Kombet Kreatif, yang digelar di Surabaya, sejak Jumat, 31 Agustus hingga 2 September 2018. TelusuRI-Tempo Institute/Fadwa

    Faza Meonk, orang di balik tokoh komik Si Juki berbicara di acara pendampingan komunitas Badan Ekonomi Kreatif dan Tempo Institute atau Kombet Kreatif, yang digelar di Surabaya, sejak Jumat, 31 Agustus hingga 2 September 2018. TelusuRI-Tempo Institute/Fadwa

    TEMPO.CO, Surabaya - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Tempo Institute menggelar pendampingan Kombet Kreatif untuk para pelaku usaha kecil dan menengah dan pelaku ekonomi kreatif di 12 kota di seluruh Indonesia. Kombet adalah akronim dari Komunitas Badan Ekonomi Kreatif dan Tempo. Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif, Endah Wahyu Sulistyanti mengatakan kota yang punya daya hidup adalah kota yangt komunitasnya bergerak aktif.

    Baca: Tempo Institute Gelar Pelatihan Industri Kreatif di 12 Kota

    Dalam pendampingan, Kombet Kreatif menghadirkan kreator inspiratif yang berbagi pengalaman, yang akan berbagi pengalaman, pengetahuan dan semangat berkarya. Setelah di Padang, Sumatera Barat, acara pendampingan digelar di Surabaya, acara yang pada Jumat, 31 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Di Surabaya, Kombet Kreatif menggandeng Surabaya Creative Network, salah satu jaringan Creative Cities Network.

    Acara itu juga dilengkapi dengan workshop storytelling untuk produk kreatif. “Storytelling, penceritaan, adalah sarana ampuh untuk meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif,” kata Endah. Komunitas kreatif Surabaya dikenal kuat dalam bidang game developer, desain grafis, selain juga kuliner dan fesyen.

    Kombet Kreatif di Surabaya menghadirkan Faza Meonk, animator pencipta karakter kartun Si Juki, strategic planner Wimala Djafar, dan Burhan Sholihin Direktur Eksekutif Tempo.co.

    “Alhamdulillah, tujuan saya berjejaring tercapai,” kata kreator board game Adhi Ciptaraharja Wirawan, 39 tahun, salah satu peserta acara itu. Staf pengajar Fakultas Bisnis dan Ekonomika di Universitas Surabaya itu bertemu teman baru yang memungkinkannya menjajaki bisnis dengan peserta lainnya.

    Baca: Komunitas Ekonomi Kreatif Surabaya Pasarkan Produk dengan Cerita

    Kombet Kreatif bertujuan memantik komunitas kreatif untuk bergandeng tangan dan berkolaborasi lebih erat. “Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejating kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional,” kata Endah. Oleh karena misinya pendampingan komunitas, Tempo Institute sadar, tak bisa bekeja sendirian. “Harus merangkul jejaring komunitas,” kata Direktur Eksekutif Tempo Insitute, Senin, 3 September 2018.

    Kombet Kreatif menggandeng Indonesia Creative Cities Network sebagai partner karena berada di berbagai kota untuk program yang digelar sejak Agustus hingga November 2018. “Mereka yang menjadi jangkar bagi komunitas lokal untuk program-program selanjutnya,” ujar Mardiyah. Pendampingan dilakukan di Padang, Bandung Barat, Surabaya, Malang, Bojonegoro, Kendari, Maumere, Belu, Kupang, dan Merauke.

    ENDRI KURNIAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.