Tempo Institute: Belajar Jurnalistik di Newsroom Tempo

Reporter:
Editor:

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatihan Jurnalistik Tempo Institute

    Pelatihan Jurnalistik Tempo Institute

    TEMPO.CO, Jakarta - "Jika Anda bercita-cita jadi jurnalis, ikuti kursus ini," ujar Jefry Adhipradana, fasilitator di Tempo Institute. Tempo Institute membuka kesempatan bagi mahasiswa, fresh graduate, jurnalis muda atau siapa pun yang ingin mendalami jurnalisme melalui Kursus Jurnalistik Intensif dan Magang di Newsroom Tempo.

    Kursus Jurnalistik Intensif dari Tempo Institute akan berlangsung selama empat bulan. Kelas pendalaman jurnalistik diadakan pada 13, 14, 21, 28 Maret 2020. Peserta akan belajar bersama redaktur Tempo dengan praktik dan mentoring. Kemudian bisa dilanjutkan dengan magang tiga bulan di newsroom Tempo. Selama magang, peserta akan mendapat penugasan liputan untuk Tempo.co, Koran Tempo, maupun Majalah Tempo.

    "Suasana belajar interaktif dan kaya praktik," ujar Ammy Natashia alumni Kursus Jurnalistik Intensif. Selama mengikuti kursus, hasil penugasan akan diulas dan dievaluasi oleh mentor pendamping secara reguler. Agar peserta kursus jurnalistik dapat mengambil pembelajaran setiap kekurangan untuk perbaikan penugasan berikutnya. Mentor-mentor ini dengan asyik dan gembira menemani Anda mengemas gagasan menjadi tulisan yang menarik dan runut.

    Informasi selengkapnya dapat menghubungi Vany di telepon/whatsapp 081288151738 atau email ke vany@tempo-institute.org. Anda juga bisa daftar secara online di kelas.tempo-institute.org. Peserta pelatihan Tempo Institute mendapat fasilitas t-shirt, buku Jurnalistik Dasar: Resep dari Dapur Tempo, sertifikat, konsumsi selama pelatihan, dan voucher kelas online senilai Rp150.000. Kelas akan terselenggara jika peserta berjumlah minimal delapan orang dengan kapasitas maksimal 20 orang.

    Tempo Institute adalah sayap dari Tempo Media Group yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya jurnalistik dan komunikasi. Sejak 2009, pelatihan Tempo Institute sudah melahirkan lebih dari 2.000 orang alumni yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari korporasi, pemerintahan, perguruan tinggi, media, pekerja lepas dan lain-lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?