Narasumber Perempuan dalam Pemberitaan di Media Jauh dari Ideal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pembicara diskusi Perempuan dan Media di Tempo Media Week 2018

    Para pembicara diskusi Perempuan dan Media di Tempo Media Week 2018

    TEMPO.CO, Jakarta - Porsi perempuan sebagai narasumber dan objek berita di sejumlah media nasional masih rendah. Berdasarkan riset yang dilakukan Pusat Data dan Analisis Tempo bersama Tempo Institute dalam rentang Agustus-September 2018 menunjukkan perempuan sebagai narasumber hanya mendapatkan porsi sebelas persen dari narasumber laki-laki.

    Hasil yang diperoleh dari riset yang melibatkan tujuh media cetak dan tiga media online, terkumpul angka sebanyak 20.375 narasumber laki-laki atau sebesar 89 persen, dan 11 persen yaitu 2.525 adalah narasumber perempuan. “Rubrik yang diamati merupakan headline, politik, nasional, ekonomi, hukum, selama setiap hari untuk edisi Senin sampai Sabtu,” tutur Direktur Tempo Institute, Mardiyah Chamim dalam sesi diskusi Perempuan dan Media dalam Tempo Media Week 2018, Ahad 16 Desember 2018.

    Hal riset tersebut setidaknya cukup menunjukkan ruang redaksi media yang belum sepenuhnya sensitif terhadap gender. Selain itu ada juga pandangan kalau tokoh atau praktisi perempuan yang dipandang berkapasitas sebagai narasumber masih sedikit.

     Pentingnya ada kesadaran terhadap gender dari ruang redaksi dapat menghadirkan pemberitaan yang berimbang dari sudut pandang juga bisa menghindari hadirnya stereotip terhadap perempuan yang masih sering menjadi objek yang erat dengan konotasi negatif. Misalnya, penyematan polwan cantik, CEO cantik, bupati cantik, lelaki suka bokong perempuan seksi merupakan contoh perempuan yang sering diletakkan sebagai objek untuk memenuhi hasrat lelaki semata. Belum lagi pandangan terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan kerap disalahkan,

    Baca: Perempuan Jadi Narasumber Media Hanya 11 Persen

    “Framing berita menimbulkan penggiringan terhadap pembaca merasa perempuan (sebagai korban) punya andil terhadap kekerasan yang terjadi pada mereka,” ujar Devi Asmarani (Co-founder dan Pemimpin Redaksi Magdalene) yang juga turut hadir menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.

    Kesimpulan dari hasil riset ini dilakukan untuk merefleksikan 90 tahun Kongres Perempuan Indonesia yang akan jatuh pada 22 Desember mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.