Berlatih Membangun Argumentasi Bersama Dua Wartawan Senior Tempo

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Qaris Tajudin, dan Daru Priyambodo dalam Tempo Media Week 2018

    Qaris Tajudin, dan Daru Priyambodo dalam Tempo Media Week 2018

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua wartawan senior Tempo akan berbagi pengalaman jurnalistik tentang bagaimana menghadapi orang dan membangun argumen yang baik, di Tempo Media Week 2018 di Gedung Tempo Jalan Palmerah Barat 8 Jakarta. Keduanya adalah Qaris Tajudin dan Daru Priyambodo. Dua materi ini merupakan program masterclass dalam Tempo Media Week 2018 Palmerah Edition.

    Tempo Media Week 2018 Palmerah Edition adalah program tahunan Tempo Media Group yang digelar pada 14-16 Desember 2018. Seperti tahun lalu, Tempo Media Week 2018 memakai tema Hand in Hand for a Better Digital Society.

    Qaris akan memberikan materi Menggali Narasumber pada Sabtu, 15 Desember 2018 jam 13.00 – 15.30. Materi tentang teknik wawancara dan menggali narasumber, kata dia, tidak hanya dibutuhkan wartawan. Materi menggali narasumber bisa melatih bagaimana berargumen yang baik. Ini penting untuk melatih seseorang ketika menghadapi situasi sulit, bisa diatasi dengan argumen yang baik.

    Qaris terlatih menghadapi masa sulit saat menghadapi Pasukan Taliban di Afganistan. “Jadi makin lihai berargumentasi, fokus dalam riset dan pengumpulan baik, serta menumbuhkan keberanian dalam menghadapi orang lain,” kata Qaris di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

    Direktur Mata Air Tempo Group ini menyatakan, mendekati, bertukar pikiran, dan menggali ide dari narasumber membuatnya lebih berani berhadapan dan berargumen dengan orang lain.  “Dalam kasus saya, wawancara bisa mengubah diri saya dari seorang yang introvert menjadi ekstrovert,” ujar Qaris.

    Adapun Daru, mantan Pemimpin Redaksi Koran Tempo dan Tempo.co, akan berbagi soal Membangun Argumentasi Tulisan Opini pada Minggu, 16 Desember 2018 pukul 9.30-12.00. Semua orang, kata Daru, perlu belajar menyampaikan argumen saat kita menulis di media, blog, Facebook, atau sarana lain itu bagian penting.

    “Dengan argumen yang tersusun baik, pendapat kita akan mudah dipahami,” ucap bekas dosen di FISIP UNAIR Surabaya ini di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018. Argumen yang baik tak hanya berdasar pendapat kita, tidak sekadar common sense, tapi juga diperkuat data- data  pendukung. Dengan argumen yang baik, ia menambahkan, pembaca akan memahami inti tulisan kita.

    Ia menuturkan, memahami cara menyampaikan argumentasi dalam tulisan makin penting di tengah banyaknya beredar tulisan hoax. Ciri tulisan dengan argumentasi yang baik adalah tulisan itu didukung data dan fakta yang relevan. Itu artinya, tulisan dengan argumentasi yang baik akan obyektif dan kecil kemungkinannya mengandung hoax.

    Peserta yang berminat mengikuti program masterclass bersama wartawan senior Tempo di Tempo Media Week 2018 ini bisa mendaftarkan diri di bit.ly/tempomediaweek2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.