Jumat, 16 November 2018

Bojonegoro Kota ke - 7 Jadi Sasaran Program Kombet Kreatif

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombet Kreatif Surabaya bertujuan memantik komunitas kreatif untuk bergandeng tangan dan berkolaborasi lebih erat.

    Kombet Kreatif Surabaya bertujuan memantik komunitas kreatif untuk bergandeng tangan dan berkolaborasi lebih erat.

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf giliran menyambangi Bojonegoro, Jawa Timur, untuk memulai program pendampingan Kombet Kreatif. Program ini diberi nama Kombet Kreatif ini ditujukan kepada para pelaku usaha ekonomi dan industri kreatif di berbagai daerah.

    Baca: Serunya Program Kombet Kreatif Tiga Hari di Kota Malang

    "Pelaksanaan kegiatan program Pendampingan Kombet Kreatif (Komunitas Kreatif Bekraf-Tempo Institute) akan berjalan selama tiga hari," kata Sinta Rachmawati dari Tempo Institute di Bojonegoro, Kamis, 27 September 2018.

    Acara yang diikuti sekitar 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif ini berlangsung di  Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Sukorejo, Kecamatan Kota. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Agus Supriyanto.

    Menurut Sinta, Bojonegoro menjadi kota ketujuh dari 12 kota yang didatangi program Kombet Kreatif. Kota pertama adalah Padang pada 27-29 September. Menyusul Surabaya, Karangasem, Bali, kemudian Kendari, Maumere, Nusa Tenggara Timur dan Malang. Setelah Bojonegoro, Pendampingan Kombet Kreatif akan berlanjut di Singkawang, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

    Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Direktur Ekekutif Tempo Institute Mardiyah Chamim membuka acara Kombet Kreatif di Karangasem, Bali

    Program ini, kata Sinta, bertujuan mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Bojonegoro, menurut Sinta, memiliki potensi di bidang kerajinan seperti batik Jonegaran, wayang, dan gerabah. Komunitas kreatif perlu berjejaring, berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonom ikreatif.

    "Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional," kata Deputi Hubungan AntarLembaga dan Wilayah Bekraf Endah Wahyu.

    Program ini menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding, yaitu Arief Ayip Budiman yang biasa disapa Kang Ayip sebagai pakar branding danco founder Rumah Sanur.

    Komunitas ini menyatukan berbagai orang dan bisnis dengan keterampilan dan latar belakang yang berbeda, untuk menstimulasi ide dan membangun hubungan lintas sektor.

    Selain Arief Ayip Budiman, ada Manager Tata Rupa Vincentius. Tata Rupa adalah wadah para pelaku UMKM yang langsung dipertemukan dengan desainer dalam sebuah workshop terpadu. Ini dimaksudkan untuk menghasilkan brand yang baru bagi UMKM itu.

    Pada program Pendampingan Kombet Kreaatif juga akan diperkenalkan skill storytelling, penceritaan yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif. Materi ini disampaikan Redaktur Tempo Endri Kurniawati, yang juga penulis buku "Kehidupan Kedua".

    "Kisah yang kuat bisa membangun ikatan antara produk dan konsumen, yang membuat sebuah produk berbeda dengan produk lain yang serupa. Narasi yang bagus sangat dibutuhkan," kata Direktur Eksekutif Tempo Institute Mardiyah Chamim.

    Koordinator Lawatan 12 Kota - Kombet Kreatif Tatty Apriliyana, menambahkan program ini adalah pemantik kolaborasi komunitas kreatif lokal supaya berjejaring lebih kuat. "Selanjutnya, kami berharap komunitas kreatif di Bojonegoro benar-benar tumbuh solid dan berjejaring kuat," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.