Di Pesta Demokreasi, Tempo Institute Ajak Lawan Hoaks

Reporter:
Editor:

Fadhli Sofyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo Institute di Pesta Demokreasi

    Tempo Institute di Pesta Demokreasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempo Institute ajak anak muda berani melawan hoaks di acara Pesta Demokreasi, Sabtu 6 April di Parkir Selatan, Gelora Bung Karno, Jakarta. "Menjelang pemilu, anak muda harus cerdas bermedia sosial,” ujar Dahlia, manajer komunikasi Tempo Institute. Dalam kampanye #LawanKabarKibul, Tempo Institute menantang pengunjung yang datang untuk dapat membedakan fakta dan hoaks.

    Baca: Pelatihan Mengelola Media Internal Tempo Institute

    Acara Pesta Demokreasi diselenggarakan oleh We The Youth, sebuah gerakan anak muda di Indonesia untuk membangkitkan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Acara yang diselenggarakan pada 6 April ini ditujukan bagi anak muda Indonesia agar lebih menyadari pentingnya kontribusi suara mereka terhadap arah masa depan bangsa dan mendorong mereka untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum 17 April 2019 mendatang.

    Beberapa musisi tanah air ikut meramaikan acara ini di antaranya ada Glenn Fredly, Mocca, Kunto Aji, Feast, Tuan Tiga Belas dan masih banyak lagi. Selain itu, komunitas-komunitas anak muda pendukung kampanye 100%IN seperti Aliansi88 (Mural), Scooter Rally Indonesia (Motor), Komunitas Sajak Liar (Sastra), Aliansi Olahraga Aksi (Street) dan Gardu House (Grafiti) juga turut berpartisipasi.

    Baca: Maklumi Golput, PSI: Kami Tidak Akan Memaksa

    Direktur Eksekutif We The Youth Ratu Dyah Ayu Widyaswari mengajak
    berbagai pihak untuk berkolaborasi demi menyuarakan pentingnya menggunakan hak
    pilih pada Pemilu tanggal 17 April. “Pesta Demokreasi ini menjadi wadah bagi calon pemilih di pemilu untuk dapat berekspresi dan berkreasi terlepas dari siapapun kandidat calon presiden maupun anggota legislatif yang terpilih nanti," ujar Widy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.