Cerita Wali Kota Tangerang tentang Paytren dan Kode QR Masjid

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah. Tempo/Ayu Cipta

    Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah. Tempo/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Wali Kota Tangerang, Banten, Arief R. Wirmansyah, mengaku sudah lama mendambakan masjid punya andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Caranya, potensi ekonomi yang mengitari masjid seperti zakat, infaq dan sedekah serta amal-amal lainnya mesti dikelola dengan baik, juga memanfaatkan teknologi informasi.

    Baca: Paytren Targetkan Kode QR 1.000 Masjid Rampung Januari 2019

    Arief memulai rencananya itu dari Masjid Al-Azhom, yang berlokasi di seberang Balai Kota, Jalan Satria Sudirman, Kota Tangerang. “Di sini digitalisasi masjid sudah diimplementasikan. Dari tempat ini pula workshop dan pemanfaatan fintech (financial technologi) disosialisasikan ke masyarakat,” kata Arief kepada Tempo, Senin, 31 Desember 2018.

    Menurut Arief, sejak 2016 pemerintahannya sudah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan Smart City. Ini merupakan wujud dari visi Kota Tangerang LIVE, yang merupakan akronim dari Liveable, Investable, Visitable, dan E-City.

    Program tersebut membuahkan hasil. Sistem kerja pegawai dan pelayanan publik menjadi lebih cepat, efesien dan efektif. Dari situlah kemudian Arief menerapkan zakat online dan dilanjutkan digitalisasi masjid untuk kebutuhan laporan pertanggungjawaban dana masjid kepada jemaah.

    Rupanya digitalisasi masjid mensyaratkan teknologi, yaitu aplikasi. Masalahnya, menurut Arief, membangun aplikasi butuh waktu lama dan biaya. Namun, ia segera teringat Yusuf Mansur, ustad kondang sekaligus pebisnis pemilik fintech Paytren, yang tinggal di Cipondoh, Kota Tangerang.

    Adalah PT  Veritra Sentosa Internasio, perusahaan teknologi keuangan (Fintech) Paytren yang didirikan Yusuf Mansur. Kekuatan perusahaan ini ada pada jaringan komunitas. Yusuf Mansur mengklaim saat ini Paytren memiliki 2,2 juta mitra yang tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga di 35 negara lainnya.

    “Saya ingin menggugah Ustad Yusuf Mansur. Ustad ini sudah bantu pemerintah daerah di mana-mana, tapi tempat tinggalnya enggak dibantu. Saya sempat menggoda ustad untuk memindah kantor pusat Paytren ke Kota Tangerang supaya potensi daerah ini cepat berkembang,” kata Arief.

    Ia pun segera mengagendakan bertemu Yusuf Mansur. Pertemuan berlangsung pada awal Desember 2018. Saat itu, Arief menunjukkan potensi ekonomi dan tren pertumbuhan unit pengumpul zakat atau UPZ di Kota Tangerang yang terus naik. "Nantinya setiap masjid serta musala di wilayahnya yang berjumlah sekitar 2.000 bakal didirikan UPZ berikut pengumpulan dana lainnya seperti infaq dan sedekah," kata Arief.

    HUT Kota Tangerang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.