Jumat, 16 November 2018

Retno Marsudi Jelaskan Pentingnya Kolaborasi di Acara WCCE

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, memberikan pidato pada pembukaan Bali Democracy Forum - Berlin Chapter. TEMPO/Mardiyah Chamim

    Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, memberikan pidato pada pembukaan Bali Democracy Forum - Berlin Chapter. TEMPO/Mardiyah Chamim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak pelaku ekonomi kreatif peserta World Conference Economy Creative atau WCCE berkolaborasi mengembangkan sektor ini. Menurut Retno, ekonomi kreatif tidak eksklusif tapi terbuka bagi semua orang.

    Baca: Saat Triawan Munaf Mengajak Peserta WCCE Lepas Jas dan Dasi

    "Sebagai Menteri Luar Negeri, tiga prioritas utama selalu saya ingat. Pertama kolaborasi, kedua kolaborasi, dan ketiga kolaborasi. Oleh Karena itu, hari ini kami di sini tidak untuk mendefinisikan atau memperjuangkan ekonomi kreatif. Tapi untuk berbagi ide memelihara perkembangan ekonomi kreatif global," kata Retno di acara Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia atau WCCE di Nusa Dua, Bali, Rabu, 7 November 2018.

    Pengunjung mengamati barista yang meracik kopi di stan pameran CreatiVillage World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali, Selasa, 6 November 2018. ANTARA/Fikri Yusuf

    Retno menjelaskan, kesejahteraan adalah hak semua manusia. Dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif, kata dia, harus menerapkan prinsip bahwa tidak ada orang yang tertinggal. "Sejumlah contoh inklusivitas dalam ekonomi kreatif di antaranya industri musik yang telah menjadi pendorong utama pekerjaan, ekspor dan penerimaan pajak," kata Retno.

    Contoh lainnya, lanjut Retno, industri penerbitan yang membuat pendidikan lebih mudah diakses melalui buku teks dalam print maupun digital. Melalui perkembangan teknologi, menurut dia, ekonomi kreatif secara global dapat benar-benar inklusif dan dapat diakses oleh semua orang di mana saja dari seluruh penjuru dunia.

    Menteri Retno optimistis Indonesia mampu menjadi modal ekonomi kreatif regional di kawasan Asia Tenggara. "Saya yakin bahwa tidak lama lagi Indonesia dapat menjadi modal ekonomi kreatif regional di Asia Tenggara".

    Kekayaan warisan budaya, Retno menambahkan, memungkinkan Indonesia mengembangkan industri kreatif, fesyen, kuliner, seni, dan kerajinan, serta hiburan. Sektor ekonomi kreatif, katanya, terbukti telah menjadi jangkar perekonomian Indonesia yang tetap kuat dalam menghadapi krisis. "Kami memiliki modalitas kreatif lebih dari cukup, yang berasal dari 700 etnis di seluruh nusantara," tutur Retno.

    WCCE di Nusa Dua berlangsung hingga 8 November 2018. Diikuti kurang lebih 2.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Tak kurang dari 50 negara mengirimkan perwakilannya dalam konferensi ekonomi kreatif ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.