Ini 3 Kiat Mengembangkan Karyawan di Usaha Ekonomi Kreatif

Reporter:
Editor:

Fadhli Sofyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ukke R Kosasih, pendiri Circa Handmade di acara Kombet Kreatif Malang. TelusuRI/Fadwa

    Ukke R Kosasih, pendiri Circa Handmade di acara Kombet Kreatif Malang. TelusuRI/Fadwa

    TEMPO.CO, Malang - Usaha ekonomi kreatif Boneka Handmade Circa tidak hanya menghasilkan rupiah. Ukke R Kosasih, pendiri Circa Handmade, menceritakan bahwa usahanya harus mampu memberikan manfaat bagi sekitar. Kini di tahun ke-13, Circa telah bekerja dengan 22 pengerajin, melahirkan 3 pengusaha baru, dan mendirikan rintisan koperasi.

    "Pemilihan boneka sebagai core product ini belajar dari sukses Boneka Barbie, walau ada beberapa konsep Barbie yang tidak saya setuju. Pakaian yang bisa berganti dan beraneka macam model adalah salah satu yang saya tiru," ucap Ukke.

    Saat ini kapasitas produksi Circa Handmade dalam sebulan adalah 400 boneka, 100 aksesoris, 50 produk jelujur dan 50 produk lainnya. Bahkan boneka yang diproduksi di Cihanjuang, Bandung ini sudah menembus pasar Australia.

    Apa yang dilakukan Ukke sehingga mampu memberdayakan para perajin dan tetap meraih keuntungan? Berikut 3 kiat yang ia sampaikan di program Kombet Kreatif Malang:

    1. Dekat dengan Karyawan

    "Wati hanya lulusan SMP, tapi kini dia menjadi co-founder Circa Handmade," ujar Ukke. Ketika bertemu Ukke, Wati mendapatkan kesempatan untuk ikut merintis Circa Handmade. Ukke menganggap Wati sebagai rekan kerja, bukan cuma pekerja. Perlakuan Ukke kepada para perajin begitu hangat, terbuka dan saling melengkapi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.