Jumat, 16 November 2018

Memantik Kolaborasi Ekonomi Kreatif di Kota Lulo

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizky Arief CEO dari Nah Project sepatu sneaker, berbicara di hadapan pegiat ekonomi kreatif pada acara Kombet Kreatif di Kendari. Acara ini diinisiasi oleh Bekraf dan Tempo Institute. TelusuRI/Fadwa

    Rizky Arief CEO dari Nah Project sepatu sneaker, berbicara di hadapan pegiat ekonomi kreatif pada acara Kombet Kreatif di Kendari. Acara ini diinisiasi oleh Bekraf dan Tempo Institute. TelusuRI/Fadwa

    TEMPO.CO, Kendari -Sedikitnya 40 pelaku usaha ekonomi kreatif mengikuti pendampingan komunitas Bekraf dan Tempo (Kombet Kreatif) yang digagas oleh Tempo Institute dan Bekraf.

    Program ini berlangsung selama tiga hari sejak 12 hingga 14 September 2018. Selama tiga hari kegiatan Kombet Kreatif menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding. Nah, di Kota Lulo ini Mohammad Arief Budiman , Sekjen Indonesia Creative Cities Network yang juga Founder perusahaan Petakumpet Yogyakarta dan Rizki Arif Dwi CEO NAH Project, sebuah produsen sepatu sneakers asal Kota Bandung, berbagi semangat, gagasan dan inovasi.

    Baca: Pegiat Ekonomi Kreatif Bicara Soal Menulis di Daun Lontar

    Di program Kombet Kreatif juga akan diperkenalkan skill dan storytelling dan pencitraan. Komponen ini menjadi salah satu yang penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif yang akan diampu Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso. Sebab, narasi yang memikat adalah sarana yang ampuh meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif.

    "Kisah yang kuat bisa membangun ikatan antara produk dan konsumen, yang membuat sebuah produk berbeda dengan produk lain yang serupa. Narasi yang bagus sangat dibutuhkan," kata Budi.

    Program ini lebih dari sekadar ajang berkumpul karena bertujuan memantik semangat komunitas untuk bergandeng tangan dan menciptakan peluang yang lebih besar dalam industri kreatif di Kota Kendari. Apalagi Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang sangat besar.

    Baca: Pegiat Ekonomi Kreatif, Buatlah Branding yang Berakar pada Lokal

    Di provinsi ini, ada potensi di bidang seni kriya, pariwisata dengan keindahan alam laut yang menakjubkan, fashion, dan kuliner. Komunitas kreatif berbagai bidang di Kendari perlu berjejaring, berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif.

    “Dengan berkolaborasi memadukan semua kekuatan kelompok yang terlibat sekaligus bersama memberikan solusi atas persoalan yang ada,” kata Budi.

    Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Kendari Syam Alam menjelaskan, Kombet Kretaif memberikan penguatan terhadap cara berinovasi, packaging, dan jaringan pemasaran kepada pelaku usaha yang bergerak di bidang ekonomi kreatif. Dia berharap kegiatan ini memberikan daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi kreatif agar berkembang dan tumbuh subur di Kota Kendari.

    “Kendari sebagai ibu kota provinsi menjadi kota perdagangan dan jasa sehingga komunitas kreatif kita dorong dalam rangka pengembangan ekonomi,” ujarnya di hadapan penggiat ekonomi kreatif di salah satu hotel di bilangan Jalan Ahmad Yani Kendari, Rabu, 12 September 2018.

    Lawatan Kombet Kreatif di Kota Kendari ini merupakan dari lawatan kota ke empat dari 12 kota yang menjadi target programnya. Setelah Kendari akan terus berlanjut ke kota lainnya yaitu Malang, Bojonegoro, Bandung, Singkawang, maumere, Kupang, Belu, Merauke. Sebelumnya, Kombet Kreatif sudah dimulai pada akhir bulan lalu yakni di Padang dan berlanjut di Surabaya dan Karangasem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.