Jumat, 16 November 2018

Pegiat Ekonomi Kreatif Bicara Soal Wisata Menulis di Daun Lontar

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta ekonomi kreatif saat sesi diskusi dalam pendampingan Tempo Institute dan Bekraf di Taman Sukasada Ujung Karangasem Bali, Rabu, 12 September 2018/BRAM SETIAWAN

    Para peserta ekonomi kreatif saat sesi diskusi dalam pendampingan Tempo Institute dan Bekraf di Taman Sukasada Ujung Karangasem Bali, Rabu, 12 September 2018/BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Karangasem - Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan pendampingan komunitas ekonomi kreatif di Kabupaten Karangasem, Bali. Acara tersebut diadakan di Taman Soekasada Ujung pada 10-12 September 2018.

    Baca: Pegiat Ekonomi Kreatif, Jangan Mudah Menyerah pada Keterbatasan

    "Kesempatan ini bikin saya saling mengenal produk dari komunitas ekonomi kreatif yang lain di Karangasem," kata Ni Kadek Candra Dewi, di Taman Soekasada Ujung Karangasem, Rabu, 12 September 2018. Kadek, 22 tahun, adalah salah satu peserta dari komunitas ekonomi kreatif dari Desa Dukuh Penaban, Karangasem yang terus mengikuti kegiatan pendampingan.

    Kadek memperkenalkan desanya sejak April 2017 yang menyediakan wisata tentang menulis lontar. Ia menuturkan bukan hanya sekadar menulis, tapi juga proses memetik daun lontar. Kadek juga memperkenalkan produk minuman tradisional dari tanaman bawang adas.

    Baca: Warga Desa Karangasem Tak Punya Kulkas

    "Pengelolaan dari pihak desa saja secara swadaya. Kami mengandalkan donasi dari kunjungan tamu," tuturnya.

    Tempo Institute mengadakan pendampingan komunitas kreatif untuk menulis story telling atau bercerita. Menurut Kadek ia ingin mengikuti pendampingan tersebut untuk mempelajari cara bercerita terhadap turis.

    "Belajar menulis di kalimat pembuka untuk menarik dan memancing rasa penasaran. Pembuatan tulisan bercerita seperti ngobrol," katanya.

    Adapun Karangasem merupakan daerah ketiga yang didatangi program Kombet Kreatif. Untuk kunjungan kali pertama Padang kemudian Surabaya, Karangasem, Kendari, Maumere, Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.