Jumat, 16 November 2018

Storytelling Strategi untuk Menceritakan Produk Ekonomi Kreatif

Reporter:
Editor:

Fadhli Sofyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam program Kombet Kreatif, para pegiat ekonomi kreatif juga berlatih kemampuan <i>story telling</i>, penceritaan yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif. TelusuRI/Fadwa

    Dalam program Kombet Kreatif, para pegiat ekonomi kreatif juga berlatih kemampuan story telling, penceritaan yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif. TelusuRI/Fadwa

    TEMPO.CO, Karangasem - Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan pendampingan komunitas ekonomi kreatif di Kabupaten Karangasem, Bali. Acara tersebut diadakan di Taman Sukasada Ujung pada 10-12 September 2018.

    Wartawan senior Dwi Setyo Irawanto menjelaskan tentang storytelling atau bercerita tentang produk. "Storytelling untuk memperkenalkan diri kepada konsumen membangun hubungan," katanya saat sesi diskusi Taman Sukasada Ujung Karangasem, 11 September 2018.

    Dwi menjelaskan bahwa storytelling bukan bertujuan sebagai iklan. Tapi strategi bisnis untuk membangun karakter merek sebuah produk. "storytelling membutuhkan tulisan yang mudah dipahami, jernih, jelas apa yang kita ceritakan dan menyenangkan," katanya.

    Menurut Dwi saat ini perkembangan teknologi informasi digital memberi peluang memperkenalkan produk komunitas ekonomi kreatif. Ihwal tersebut storytelling disampaikan melalui media sosial.

    "Sekarang memungkinkan punya kesempatan menyebarkan produk berkali-kali dengan apa yang ingin kita ceritakan. storytelling lebih gampang menempel di ingatan," tuturnya.

    Program pendampingan bertujuan untuk mempererat jaringan antar komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap kota atau kabupaten, memiliki potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas.

    Adapun Karangasem merupakan daerah ketiga yang didatangi program Kombet Kreatif. Untuk kunjungan kali pertama Padang kemudian Surabaya, Karangasem, Kendari, Maumere, Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.