Jumat, 16 November 2018

Cerita Menteri Pariwisata Arief Yahya tentang UKM Digital Cikole

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arief Yahya. dok. Tempo/ Nickmatulhuda

    Arief Yahya. dok. Tempo/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Kampung Usaha Kecil Menengah atau UKM Digital yang dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia didorong untuk menjadi destinasi digital yang digemari kaum milenial. UKM seperti ini diharapkan muncul di mana-mana.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya di Cikole, Bandung, Jawa Barat, mengatakan dukungannya secara khusus pada upaya pengembangan kampung UKM digital. "Salah satunya yang besar di Sanur, diresmikan Menteri Koperasi dan UKM serta Menteri Pariwisata," kata Arief di Cikole pada Jumat, 24 Agustus 2018.

    Kampung Digital Sindu merupakan salah satu pusat toko kerajinan dan merupakan tempat pusat kuliner di Sanur, Denpasar, bali.  Ini menjadi destinasi unik untuk wisatawan mancanegara maupun lokal. Jumlah UKM yang ada di Sanur mencapai 228.

    Baca: Menteri Pariwisata Arief Yahya Soal UKM Mandalika

    Arief menilai kampung-kampung seperti itu layak menjadi destinasi wisata favorit berbasis digital karena disukai kaum milenial. Mereka yang selalu mobile, menyukai hal-hal berbau digital, dan interaktif.  "Ini mendekatkan UKM dengan pasar, menggunakan pendukung digital, UKM diberikan aplikasi untuk mengelola bisnisnya sehingga semakin mudah mengembangkan usahanya".

    Menurut Arief, dengan berbasis kampung berarti ada pelibatan atau partisipasi masyarakat, sehingga bisa mendatangkan dampak ekonomi kepada warga setempat. Orchid Forest di Cikole, memiliki luas 12 hektare sebagai destinasi digital sekaligus destinasi berkonsep nomadic tourism.

    Di Pekalongan, Jawa Tengah, pengembangan UKM dilakukan dengan cara menggelar Pekan Raya Kajen. Acara ini akan memamerkan beberapa produk unggulan UKM pada 25 sampai 31 Agustus 2018. "Kami memberi tema Bangga Produk Unggulan Kita," kata Dinas Perindustrian, Perdagagan, Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Menurut Hurip, Pekan Raya Kajen menampilkan produk unggulan seperti batik, konveksi jins, dan alat tenun bukan mesin, produk pertanian dan perikanan. Ini merupakan kegiatan tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pekalongan.

    Pesertanya datang dari berbagai daerah Jawa dan Luar Jawa, di antaranya Makasar dan Bukit Tinggi. Pekan Raya Kajen juga ditampilkan produk UKM kuliner, workshop pasar online, lomba video drone, dan lomba mewarnai oleh anak-anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.